Tanda-tanda kehidupan dikostan gue udah mulai terang-benderang. Aura
negative sedikit demi sedikit pun sirna. Ini semua diawali dengan kehadiran ibu bersih-bersih baru. Mbak bersih-bersih yang pernah gue ceritain di
postingan ini udah
resign. Menginjak bulan ketiga gue kost disini udah tiga kali terjadi pergantian jabatan mbak bersih-bersih. Ibu bersih-bersih yang pertama
resign karena dia hamil dan ingin konsentrasi dengan kehamilannya. Kedua, mbak bersih-bersih yang sedikit misterius, baca aja deh
postingan ini. Dia hanya bertahan sebulan. Sempat terjadi
vacum of power untuk jabatan mbak bersih-bersih selama tiga hari. Dan yang baru ada ibu bersih-bersih lagi namanya bu yanti gomez. Dia mirip dengan Selena gomez jika dilihat dari atas gunung ungaran pakai sedotan dengan diameter 0,5 mm. Dia berasal dari Rembang, sebuah kota di pedalaman Afrika selatan.
*ngawur
Sebagai anak kost yang biasa-biasa aja dan tidak begitu luar biasa, kehadiran bu yanti gomez cukup memegang peranan penting. Dia gak hanya sebagai orang yang diutus bapak kost untuk menjaga kebersihan dan keindahan kostan tapi juga temen buat gue. Adanya bu yanti gomez membuat hati gue menjadi aman, tentram dan damai. Gue punya pengalaman nyesek, senyesek-nyeseknya jomblo nyesek yang belum pernah ngerasain yang namanya nyesek. Yah, nyesek banget deh pokoknya. *nangis minta dibeliin es krim
Pada suatu hari terjadi mati lampu di kostan. Di lantai atas hanya ada gue, di lantai bawah tersisa dua temen kost tapi mereka memutuskan untuk menginap di kostan pacarnya. Sedangkan gue? Ya, gue jomblo. *jedotin kepala ke tembok
Berbagai pertanyaan berkecamuk di otak gue.
"Kenapa mereka sadis meninggalkan gue sendirian? Dimana jiwa sosial mereka? Kenapa memilih menginap dikostan pacarnya? Itu kan gak baik untuk kesehatan? Kenapa gue jomblo?" gue depresi dan melakukan percobaan bunuh diri untuk pertama kalinya.
"Mama, aku jomblo... maafkan aku mamaaa...!!!" Gue loncat dari atas balkon tapi
nangsang di pohon kersem depan kostan. Seorang malaikat menyadarkan gue. Tadinya gue pikir malaikat Izrail 'pencabut nyawa' tapi ternyata bukan.
Damn, gue belum mati. Dia lah malaikat Atid, yang rajin nulis amal buruk gue. Malaikat Atid memamerkan buku catatannya kemudian dengan tinta merah,
font size 72, pakai
bold juga sang malaikat menulis dengan indah nama gue disertai dengan keterangan
gagal bunuh diri dan nangsang di pohon kersem. Malaikat Atid geleng-geleng kepala, gue yakin sang malaikat kagum dengan perbuatan tercela gue tersebut. Kemudian malaikat Atid BBM malaikat Jibril tapi BBMnya pending sampai akhirnya sang malaikat memutuskan untuk menelpon malaikat Jibril. Untungnya sesama operator jadi murah. Beberapa menit kemudian turunlah malaikat Jibril memberikan siraman rohani, menyuruh gue mengikuti ulangan remidi.
"Wahai anak Adam, apa yang terjadi padamu?"
"Wahai malaikat, kenapa aku jomblo?"
"Ketahuilah Tuhanmu menciptakanmu menjadi manusia baik. Tuhan men
jomblokanmu
karena DIA sayang terhadapmu. DIA tak ingin engkau terjerumus ke dalam lembah maksiat."
"Tapi malaikat.."
"Bersabarlah.. dan pergi lah kesana.."
Malaikat Jibril menyuruh gue pergi ke kostan bapak kost yang satu lagi. Pak Agus (bapak kost gue) memiliki dua kostan. Dengan langkah gontai gue berjalan menuju kostan yang hanya berjarak 50 m.
"Mbak..mbak..permisi.. assalamu 'alaikum..." gue ketok-ketok gerbang kostan yang di kunci.
"Mbak..mbak.." gue terus berusaha memanggil penghuni kost. Tiba-tiba ada anak kecil yang mengagetkan gue. Anak kecil unyu berumur sekitar 7 tahun yang pernah gue godain waktu gue sama
garfield jalan-jalan ke alfamart deket kostan.
"Mbak, aku boleh maen ke kostanmu gak?
"Hah.. mau ngapain? lagi mati lampu.. Itu lho kamu dicariin mama.."
"Mana? gak ada.." jawab anak kecil itu
"Itu.." gue menyuruh anak kecil itu pulang. Sebenernya pengen gue culik terus gue jual ke luar negri tapi gue gak tega.
"Ya Allah, haruskah hamba menjadi pedofil?" *jomblo salah pergaulan
"Mbak..mbak.." gue terus berteriak memanggil penghuni kost. Munculah mbak bersih-bersih dengan balutan handuk ditubuhnya. Ternyata dia lagi mandi.
"Mbak, kostan ku mati lampu. Aku boleh tidur disini gak?" Sebagai jomblo gue sedikit phobia gelap. Biasanya kalau sendirian di kostan setiap ruangan gue nyalain lampunya.
"Aku masih mandi. Masuk dulu aja.."
Malam itu gue resmi tidur dengan mbak bersih-bersih. Gue selamat dari tragedi mati lampu yang mengerikan.
Terima kasih Tuhan..
***