Sabtu, 28 September 2013

Life must go on and move on

Well guys, istilah move on udah familiar banget kita denger & gue yakin kalian semua udah tahu definisinya. Sebelum kalian melewati proses yang namanya move on, kalian pasti melewati tahapan yang namanya jatuh cinta dan putus cinta. Iya kan? Ciyeeee........
Sebagai jomblo yang berkualitas dan berbudi luhur sebenernya gue lagi males ngomongin yang namanya cinta. Ngomongin soal cinta itu gak ada habisnya, mulai dari cinta monyet, cinta dalam hati, cinta laura, cinta kuya, dan cinta-cinta yang lainnya. Banyak orang bilang cinta itu indah. Indah itu temen gue. Ah,,mama aku jomblooooo...!!!!

Cinta bisa saja menguatkan ketika kita bisa menggenggamnya tapi pada suatu keadaan tertentu cinta bisa saja membunuh kita. Coba kalian hitung berapa banyak manusia yang gantung diri dibawah pohon toge gara-gara diputusin pacarnya..!! Coba kalian hitung berapa banyak jomblo yang depresi gara-gara di-PHP-in gebetannya..!! Coba kalian hitung berapa banyak pelajar yang mengorbankan masa depannya karena cinta salah jalan, married by accident misalnya. Coba kalian hitung berapa utang negara kita..!!
Yeah, jatuh cinta bisa saja demikian sederhana tapi menjauh dari cinta begitu menyakitkan. Apalagi saat kita telah dibutakan yang namanya cinta. Ketika mendengar suaranya begitu menyejukkan hati. Saat siang dia selalu dalam pandangan dan malam selalu menghiasi mimpi. Oh, cinta.. Bahkan tak sedikit yang rela disakiti atas nama cinta. *hoooeeeek jadi pengen muntah

Pernah gak sih kalian berada dalam suatu keadaan dimana kalian harus memilih antara mempertahankan cinta atau putus cinta lalu move on?  Putus cinta memang bukanlah hal yang mudah. Apalagi saat hubungan cinta sudah terjalin lama. Ketika cinta sudah membutakan segalanya, lebih banyak orang memilih mempertahankan cinta dibandingkan putus cinta. Mereka lebih banyak memilih hidup menderita atas nama cinta. Terbelenggu dengan perasaan yang terus menyiksa. Tak ingin berpisah dengan orang yang masih dicintai meskipun dia sadar telah disakiti olehnya. Sungguh dilematis..!! Bagaikan makan buah simalakama. Kalian pernah mengalami hal seperti itu? Cobalah untuk berpikir menggunakan akal dan logika. Mungkin cinta telah membutakan segalanya sehingga semua yang dia lakukan, meski pun hal itu menyakitkan selalu diabaikan, selalu dimaafkan dengan alasan cinta. Saat kalian sedikit mengabaikan perasaan dan mulai menggunakan akal dan logika, mungkin kalian akan menemukan hidayah dan berani mengambil keputusan 'putus cinta'. Yah, putusin aja pacar kalian dan temenin gue ngejomblo.

Bermain air basah, bermain api terbakar. Segala sesuatu pasti  ada akibatnya tapi yang terpenting adalah bagaimana mengatasi akibatnya. Bisa saja kalian memilih tetap mempertahankan cinta tapi kalian juga harus siap menghadapi kenyataan pahit disakiti oleh orang yang kalian cintai. Bisa saja kalian memutuskan putus cinta tapi kalian juga harus siap berjuang move on, mungkin kalian akan menemukan yang lebih baik darinya next time. Now, mantapkan hati kalian, putusin pacar kalian. Percayalah kalian akan hidup bahagia dengan menjomblo and move on. Kita move on bareng-bareng yuk..!! Berikut beberapa hal yang bisa sedikit membantu kalian berjuang move on.

Selasa, 03 September 2013

Misteri angka 13

Tanda-tanda kehidupan dikostan gue udah mulai terang-benderang. Aura negative sedikit demi sedikit pun sirna. Ini semua diawali dengan kehadiran ibu bersih-bersih baru. Mbak bersih-bersih yang pernah gue ceritain di postingan ini udah resign. Menginjak bulan ketiga gue kost disini udah tiga kali terjadi pergantian jabatan mbak bersih-bersih. Ibu bersih-bersih yang pertama resign karena dia hamil dan ingin konsentrasi dengan kehamilannya. Kedua, mbak bersih-bersih yang sedikit misterius, baca aja deh postingan ini. Dia hanya bertahan sebulan. Sempat terjadi vacum of power untuk jabatan mbak bersih-bersih selama tiga hari. Dan yang baru ada ibu bersih-bersih lagi namanya bu yanti gomez. Dia mirip dengan Selena gomez jika dilihat dari atas gunung ungaran pakai sedotan dengan diameter 0,5 mm. Dia berasal dari Rembang, sebuah kota di pedalaman Afrika selatan. *ngawur

Sebagai anak kost yang biasa-biasa aja dan tidak begitu luar biasa, kehadiran bu yanti gomez cukup memegang peranan penting. Dia gak hanya sebagai orang yang diutus bapak kost untuk menjaga kebersihan dan keindahan kostan tapi juga temen buat gue. Adanya bu yanti gomez membuat hati gue menjadi aman, tentram dan damai. Gue punya pengalaman nyesek, senyesek-nyeseknya jomblo nyesek yang belum pernah ngerasain yang namanya nyesek. Yah, nyesek banget deh pokoknya. *nangis minta dibeliin es krim
Pada suatu hari terjadi mati lampu di kostan. Di lantai atas hanya ada gue, di lantai bawah tersisa dua temen kost tapi mereka memutuskan untuk menginap di kostan pacarnya. Sedangkan gue? Ya, gue jomblo. *jedotin kepala ke tembok
Berbagai pertanyaan berkecamuk di otak gue. "Kenapa mereka sadis meninggalkan gue sendirian? Dimana jiwa sosial mereka? Kenapa memilih menginap dikostan pacarnya? Itu kan gak baik untuk kesehatan? Kenapa gue jomblo?" gue depresi dan melakukan percobaan bunuh diri untuk pertama kalinya. "Mama, aku jomblo... maafkan aku mamaaa...!!!" Gue loncat dari atas balkon tapi nangsang di pohon kersem depan kostan. Seorang malaikat menyadarkan gue. Tadinya gue pikir malaikat Izrail 'pencabut nyawa' tapi ternyata bukan. Damn, gue belum mati. Dia lah malaikat Atid, yang rajin nulis amal buruk gue. Malaikat Atid memamerkan buku catatannya kemudian dengan tinta merah, font size 72, pakai bold juga sang malaikat menulis dengan indah nama gue disertai dengan keterangan gagal bunuh diri dan nangsang di pohon kersem. Malaikat Atid geleng-geleng kepala, gue yakin sang malaikat kagum dengan perbuatan tercela gue tersebut. Kemudian malaikat Atid BBM malaikat Jibril tapi BBMnya pending sampai akhirnya sang malaikat memutuskan untuk menelpon malaikat Jibril. Untungnya sesama operator jadi murah. Beberapa menit kemudian turunlah malaikat Jibril memberikan siraman rohani, menyuruh gue mengikuti ulangan remidi.
"Wahai anak Adam, apa yang terjadi padamu?"
"Wahai malaikat, kenapa aku jomblo?"
"Ketahuilah Tuhanmu menciptakanmu menjadi manusia baik. Tuhan menjomblokanmu karena DIA sayang terhadapmu. DIA tak ingin engkau terjerumus ke dalam lembah maksiat."
"Tapi malaikat.."
"Bersabarlah.. dan pergi lah kesana.."
Malaikat Jibril menyuruh gue pergi ke kostan bapak kost yang satu lagi. Pak Agus (bapak kost gue) memiliki dua kostan. Dengan langkah gontai gue berjalan menuju kostan yang hanya berjarak 50 m.
"Mbak..mbak..permisi.. assalamu 'alaikum..." gue ketok-ketok gerbang kostan yang di kunci.
"Mbak..mbak.." gue terus berusaha memanggil penghuni kost. Tiba-tiba ada anak kecil yang mengagetkan gue. Anak kecil unyu berumur sekitar 7 tahun yang pernah gue godain  waktu gue sama garfield jalan-jalan ke alfamart deket kostan.
"Mbak, aku boleh maen ke kostanmu gak?
"Hah.. mau ngapain? lagi mati lampu.. Itu lho kamu dicariin mama.."
"Mana? gak ada.." jawab anak kecil itu
"Itu.." gue menyuruh anak kecil itu pulang. Sebenernya pengen gue culik terus gue jual ke luar negri tapi gue gak tega.
"Ya Allah, haruskah hamba menjadi pedofil?" *jomblo salah pergaulan 
"Mbak..mbak.." gue terus berteriak memanggil penghuni kost. Munculah mbak bersih-bersih dengan balutan handuk ditubuhnya. Ternyata dia lagi mandi.
"Mbak, kostan ku mati lampu. Aku boleh tidur disini gak?" Sebagai jomblo gue sedikit phobia gelap. Biasanya kalau sendirian di kostan setiap ruangan gue nyalain lampunya.
"Aku masih mandi. Masuk dulu aja.." 
Malam itu gue resmi tidur dengan mbak bersih-bersih. Gue selamat dari tragedi mati lampu yang mengerikan. Terima kasih Tuhan..
***

Sabtu, 31 Agustus 2013

Pertemuan jodoh

Bagi seorang fakir asmara seperti gue, berbicara mengenai pertemuan jodoh itu menjadi sesuatu yang layak dan patut untuk diperbincangkan. Semuanya akan dikupas secara tajam, setajam golok... *mata sedikit melotot
Pernah gak kalian mikir dengan siapa kalian akan berjodoh? Atau bagaimana sih pertemuan kalian dengan jodoh kalian next time? Ciyeehh....
Udah, udah woles aja sih, buat yang jomblo gak usah ketinggian kalau mikir. Jodoh, maut, rizqi semuanya udah ada yang ngatur. Menurut gue jodoh itu takdir mubram tapi untuk mencapainya harus menggunakan ikhtiar (takdir mualaq). Kalian punya cerita pertemuan jodoh yang unik gak? Gue punya cerita pertemuan jodoh yang unik dan gue sedikit terlibat di dalamnya. Mau tahu ceritanya? CEKIDOT..!!!


Ini cerita tentang kakaknya temen gue, sebut saja Putri. Putri adalah soulmate gue sewaktu gue masih menjalani masa putih abu-abu. Pertemuan gue dengan Putri juga unik lho. Well, gue cerita Putri dulu yaa...
Beberapa abad silam atas izin Allah, serta doa restu ibunda dan ayahanda prabu gue  mendaftarkan diri di sekolah kejuruan terkemuka di Puerto Rico.
Hari pertama, gue ngisi formulir pendaftaran. Sampai sekarang gue masih inget nomor pendaftaran gue 4227. '4227' sempet shock sebenernya gue waktu itu. "Sebanyak itu kah yang udah daftar disini?" tanya gue dalam hati. Tapi gue tetap optimis, toh nilai UN gue gak jelek-jelek amat.
Hari kedua, gue tes kesehatan. Mulai dari tinggi badan, berat badan, tes kesehatan mata de el el. Bener-bener deh penuh perjuangan, ngantrinya lama bangeetttt.
Hari ketiga gue tes wawancara. Hhhm, serasa kayak mau interview kerja aja yaa..
Next day, pengumuman penerimaan siswa baru. Alhamdulillah gue diterima, gue langsung sujud syukur dan penuh rasa haru hampir menitikan airmata. Penderitaan gue pun dimulai. JENG..JENG..!!!
Gue harus mengikuti serangkaian kegiatan yang mengatasnamakan MOS tapi tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan UUD 45. Misalnya gue harus berdandan seperti orang gila, hari pertama rambut diikat jadi 4, hari kedua diikat jadi 6, hari ketiga jadi 8, tas harus dari dus indomie yang dilubangi bagian belakangnya & sumbu kompor sebagai tali tas, terus gue harus memakai kalung berbandul terong dll. Dan yang sampai sekarang gue belum tahu maksudnya itu saat gue disuruh nulis surat cinta. Huhhft, untung aja gak disuruh baca surat itu didepan orang banyak soalnya temen gue ada yang disuruh katakan cinta langsung sesuai surat cinta yang ditulis.

Senin, 19 Agustus 2013

Legenda kaos kaki dan kerikil pusaka kerajaan majapahit

Finally gue mendarat dengan cantik jelita di kota atlas ini lagi. Udah lama banget gue gak ngepost. Maklum dua minggu yang lalu gue mudik ke Puerto Rico (read: Purwokerto). Gue hampir saja terlena dengan kehidupan disana. Memanjakan diri laksana tuan putri. But in fact, gue udah terdampar di belantara Semarang lagi. Gue menjelma menjadi rakyat jelata lagi. Yeah, life must go on. Gue harus berkelana mencari ksatria impian. 
***
Ceritanya malem minggu kemarin adalah malam terakhir gue di Puertorico. *so sad Berikut detik-detik menjelang perpisahan gue dengan ibunda dan ayahanda prabu.Sabtu pagi mbak tifah telpon gue.
"Uwis, kamu dimana?"
"Aku masih dirumah. Ke Semarang besok. Kenapa mbak?"
"Kirain kamu udah di Semarang, aku mau tidur di kostanmu. Kostan ku sepi gak ada siapa-siapa." *mbak tifah kan phasmophobia, ahihihihihi :D
"Tidur dirumahnya mba tiwi aja"
"Ya udah deh tak telp tiwul"
Abis ditelpon mbak tifah gue langsung nyadar kalau gue belum telpon agen travel buat balik ke Semarang. Gue langsung menelponnya. Sore harinya terjadi perdebatan yang cukup menggemparkan dunia.
"Nanti bawa beras lima kilo ya?" perintah nyokap
"Hah..!! banyak banget" jawab gue
"Gak apa-apa, buat makan satu bulan"
"Ya, kalau tas ku nyukup" gue beralasan
"Bawa dua kilo aja" bokap yang dari tadi memperhatikan kita menyahut. Berhubung gue biasanya kalau pagi masak nasi gue pun mengiyakan "Iya deh, dua kilo aja yaa.."
Sepertinya mereka ketakutan kalau anaknya akan terkena busung lapar.
"Ini biskuit dibawa ya.."
"Aduhh, tas ku gak nyukup" jawab gue
"Pake dus kecil aja yaa.."
"Terserah mama deh.."
"Ini kacangnya dibawa juga ya.."
"Terserah.." gue membiarkan nyokap berekspresi sesuka hatinya
"Ini krupuk dibawa ya.."
"Terserah.." jawab gue lagi
"Ditanya kok jawabannya terserah terserah terus.." nyokap menggerutu. Sepertinya semua makanan yang ada dirumah akan diserahterimakan ke gue. "Sekalian aja rumahnya dibawa ma.." batin gue.
"Kan bisa dimaem bareng-bareng sambil nonton tv. Buat temen-temen kamu juga. Nanti yang punya kost dikasih juga ya.."
"Bapak kost rumahnya jauh.."
"Emang gak satu rumah?" tanya nyokap
"Gak.." jawab gue agak ketus. Sore itu terbungkus rapi sebuah dus berisi makanan yang gue gak tahu isinya apa aja. Malam harinya gue packing, malam itu juga gue meminta nyokap tidur di kamar gue. *so sweet

Selasa, 09 Juli 2013

Insiden pantat gue hancur lebur kaya bubur

Beberapa hari ini kostan gue suasananya serem banget. Banyak aura negative terpancar disetiap sudut ruangan. Bisa dibilang gue juga dalam kondisi kritis, gue terancam kesepian karena sebagian teman kost lagi pada mudik. Ibu bersih-bersih (pembantu bapak kost) diganti dengan mbak bersih-bersih yang agak sedikit misterius. Pagi hari, gue mau berangkat ngantor mbak bersih-bersih belum dateng, pas gue pulang pintu dekat dapur dibiarkan terbuka, pintu dekat kamar gue yang mengarah ke balkon dibiarkan terbuka juga. Maksudnya apa coba? Bulu kuduk gue berdiri, merinding disco.

Disaat seperti ini biasanya gue mentransmigrasikan tipi ke dalam kamar gue. Sesekali terdengar suara berisik dibelakang kostan, bapak-bapak kuli bangunan bekerja tiada henti, mungkin sistem kerjanya borongan kali ya. Biasanya gue kalau malem meluangkan waktu untuk menikmati indahnya bulan di balkon tapi beberapa hari ini gue absent. Gue lebih fokus menyepi di dalam kamar. Tak ingin merasakan kesepian yang berkepanjangan gue mengajak miss perfect jalan-jalan. Kebetulan keponakan dia lagi ngabisin liburan akhir semester di Semarang.
"Mumpung Flo disini gimana kalau kita ajak dia jalan-jalan kemana gitu.."
"Hhm, kemana ya? gimana kalau kita nonton monsters university aja?"
"Gimana kalau kita ajak Flo ke lawang sewu?" 
"Oh no..!! makasih deh, gak niat sama sekali." jawab miss perfect 

Entah kenapa sekian lama gue di semarang, sekian banyak orang yang gue ajak ke lawang sewu semuanya kompak menolak ajakan gue. Miss perfect phasmophobia gara-gara pernah suara setan menyeramkan pas praktek kerja industri jaman dia sekolah. Mas supervisor yang emang phasmophobia akut. Mbak tifa yang bercita-cita nonton film horor nanti kalau dia udah nikah. Katanya sih biar ada yang nemenin bobo kalau takut. Sungguh cita-cita yang aneh. Dikelilingi oleh orang yang phasmophobia membuat gue kadang jadi setengah phasmophobia. Konon kalau kita ke lawang sewu untuk melihat nilai sejarahnya, pasti gak akan melihat yang aneh-aneh. Tapi kalau kita kesana karena niat ingin melihat hantu, pasti nanti dilihatin hantu beneran. Hihihihihi *backsound kuntilanak

Akhirnya gue gagal ke lawang sewu lagi. Miss perfect menolak ide spektakuler gue yang begitu cetar membahana melewati garis khatulistiwa melalang buana, mendarat di halim perdana kusuma kemudian menggebrak meja ala arya wiguna. Gue pun mengiyakan nonton monsters university.
"Mau nonton dimana? CL atau paragon?" tanya miss perfect
"Enaknya dimana?" gue balik tanya. Soalnya seminggu yang lalu kita juga abis nonton di paragon.
"Kalau di paragon 3D, kalau di CL gak 3D.." 
"Ehhm, di CL aja deh, abis nonton nanti kita main sepatu roda ya?" kali ini ide gue agak waras

Malam itu gue, miss perfect dan Flo nonton monsters university. Baru tahu gue ternyata monsters juga sekolah untuk menakut- nakuti anak kecil. After that gue main sepatu roda di simpang lima. Ini kedua kalinya gue main sepatu roda di simpang lima.
Miss perfect menuntun Flo belajar sepatu roda, gue ngelihatin mereka dari kejauhan. Beberapa menit kemudian miss perfect menghampiri gue yang sedang menikmati pemandangan sekeliling simpang lima.
"Aku maen.." miss perfect melepas sepatunya dan menggantinya dengan sepatu roda. Gue pun ikut maen, memakai sepatu roda dan mulai beraksi.
"Mas, mas aku pakai yang gak licin aja deh.." miss perfect tampak kesulitan berdiri 
"Udah gak apa-apa.." gue berceloteh sambil berlalu meninggalkannya. Gue langsung meluncur bak atlet sepatu roda profesional yang pernah mengikuti kejuaraan sepatu roda tingkat RW. Awalnya sih fine-fine aja, lancar jaya, gak ada hambatan sama sekali.
"Ni, ni jangan cepat- cepat gitu dong, tungguin..!!"
"Ayo.." jawab gue sambil tetap berlalu menikmati kemahiran gue, gue meluncur dengan sangat indah. Gue nyengir penuh kebahagiaan. Pas gue muter tiba-tiba gue oleng, gak bisa ngerem. Benar-benar gak bisa dikendalikan. Hanya ada dua pilihan, jatuh atau terus mundur sambil mempertahankan keseimbangan. PRAKK..!!! gue terjatuh dengan penuh kenistaan.
"Aduh..!! gue mengerang kesakitan. Ya ampun rasanya tuh benar- benar wow banget. Pantat dan tangan gue berciuman dengan lantai. Gue jatuh dengan posisi duduk persis sewaktu olahraga  loncat indah. 

Setiap kali gue jatuh, gue pasti ngelihatin sekeliling berdoa semoga gak ada yang ngenalin gue apalagi ngakak bahagia diatas kesakitan gue. Gue berusaha berdiri. Saat itu gue baru nyadar ternyata disamping kiri gue ada cowok ganteng yang ngelihatin gue. Oh, my god betapa malunya gue. Gue sok cuek, lagian kan emang gak kenal sama cowok itu. Gue menghampiri mas yang menyewakan sepatu roda.
"Mas, ini yang buat ngerem mana sih?" tanya gue
"Oohh.." dia memperhatikan sepatu roda yang gue pakai. "Ini remnya gak ada, gak apa-apa nanti kamu langsung pinter.."
Bodohnya gue kenapa gak minta ganti sepatu roda. Seolah gue benar- benar tersugesti, gue akan menjadi atlet sepatu roda profesional, gue akan go internasional. Gue duduk disamping anak kecil yang tadi gue lihat main bareng Flo. Flo dan miss perfect tampak asyik main, sambil sesekali berhenti dan jatuh juga. Kalau gak jatuh, katanya gak bakal pinter mainnya. Katanya sih gitu.
"Adek namanya siapa?" gue bertanya ke anak kecil unyu berambut ikal yang duduk di samping gue.
"Hany mbak.." dia menjawab dengan penuh keunyuan.
"Oohh Hany.. Hany kesini sama siapa?"
"Sama mama, om.."
"Lho, mamanya mana?"
"Itu.." dia menunjuk seorang ibu-bapak yang lagi ngobrol gak jauh dari tempat kita duduk.
"Hany masih TK ya?" tanya gue sok tahu
"Naik kelas dua mbak.."
"Hany sering main kesini?". Hany mengangguk. Kalau gue perhatiin Hany udah mahir main sepatu roda meskipun dia masih pakai yang pemula. Bahkan ketika Flo jatuh, si kecil Hany unyu yang membantunya berdiri.

Gue ngelanjutin main lagi setelah rasa sakit dipantat gue sedikit ilang. Dengan penuh percaya diri gue meluncur. Aman..aman..aman.. gue terus meluncur dengan sangat indah. Tiba-tiba PRAKK..!! gue jatuh lagi ketika mau belok. "Aduhh..!!!" gue mengerang kesakitan. Seorang cewek berkulit putih dengan mata agak sipit menghampiri gue, menyuruh gue berdiri. Gue panggil dia kakak cina.
"Kakinya diangkat, kiri-kanan, kiri-kanan" kakak cina mencontohkan. Gue berdiri disamping kakak cina, berbarengan melakukan gerakan kiri-kanan tadi.
"Nah itu bisa, badannya agak sedikit bungkuk.." gue mengikuti instruksi kakak cina, orang yang belum pernah gue kenal sebelumnya, entah dia berasal dari planet mana.
"Kalau mau jatuh tangannya gini aja..." dia mencontohkan lagi.
"Iya kak. tapi kalau bungkuknya agak susah" jawab gue.
Kakak cina tersenyum, mungkin dia mengerti keadaan gue yang memang belum terbiasa.
"Udah, mainnya sini aja. kalau disitu rame"
"Iya kak.." gue tersenyum. Kakak cina berlalu meninggalkan gue, menghampiri adiknya yang juga lagi belajar sepatu roda. Gue lanjut main, menghampiri Flo. "Flo udah bisa?" tanya gue ke Flo. Flo nyengir.
Gue terus meluncur dengan sangat indah. Tapi untuk ketiga kalinya gue jatuh lagi. Ini semua pasti gara-gara sepatu rodanya gak ada remnya. Kali ini rasa sakitnya begitu dahsyat. Seperti gempa berkekuatan 2,55 SR mengguncang pantat gue. Untungnya tidak berpotensi tsunami.Gue berdiri, melangkah tertatih, rasanya sakit banget. Akhirnya gue berjalan dengan tumpuan lutut mendekati hany yang dari tadi duduk manis.
"Dek, dek, tolong kursi itu dek.." peintah gue ke Hany.
Hany menatap gue iba. Dia mengambil sebuah kursi kecil yang ada di sekitar tempatnya duduk. Gue duduk, dan terus saja mengerang kesakitan.
"Aduh..aduh.." sambil megangin pantat
"Ayo, main lagi.." kakak cina berdiri di depan gue
"Aduh, capek kak.." gue beralasan. Padahal sih gue benar-benar dalam kondisi memprihatinkan. Tapi gue harus tabah menghadapi cobaan ini. Kakak cina tersenyum dan meluncur lagi. Gue pasrah, menatap sekeliling, memperhatikan Flo dan miss perfect. Beberapa menit kemudian gerimis mengguyur kawasan simpang lima. Seolah gerimis datang mewakili suasana hati gue. Gue pulang dengan kondisi pantat hancur lebur kaya bubur. Oh, sakiiiittt......!!!